Tuesday, 10 January 2012

Koperasi Sukses Indonesia: Tantangan dan Dilema UP 45 2012

Seminar Bulanan UP45
"Koperasi Sukses Indonesia: Tantangan dan Dilema"

Waktu: Kamis, 12 Januari 2012, 08:00 - 12:00 WIB
Tempat: Ruang Seminar UP45, Jl. Proklamasi No. 1, Babarsari

Narasumber:
- Prof. Dr. M. Dawam Rahardjo (Rektor UP45)
- Dr. Revrisond Baswir, MBA (Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM)
- Ir. RM Astungkoro, M.Hum. (Kadisperindagkop DIY)

Gratis

Deskripsi acara:
Dalam rangka mengawali tahun 2012 yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai "Tahun Koperasi", Fakultas Ekonomi UP45 akan menggelar Seminar Bulanan UP45 dengan mengangkat tajuk soal koperasi. Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan wacana koperasi dan social entrepreneurship, FE-UP45 pada kesempatan yang sama juga akan meluncurkan Jurnal Manajemen, Koperasi & Entreprenurship (MAKSIPRENEUR).

Koperasi, sebagaimana kita tahu, merupakan institusi ekonomi yang keberadaannya memiliki yurisprudensi kuat karena disebut dalam konstitusi kita. Bahkan, bukan hanya disebut, koperasi juga ditegaskan sebagai bangun ekonomi yang dikehendaki oleh konstitusi. Masalahnya, sejarah perkembangan koperasi di Indonesia jauh dari keistimewaan yurisprudensial atau konstitusional itu. Koperasi, baik sebagai gerakan sosial, maupun koperasi sebagai gerakan/lembaga ekonomi, dua distingsi yang diperkenalkan oleh Bung Hatta, sama-sama seperti mengalami dilema. Pada masa awal-awal Proklamasi, ciri koperasi sebagai gerakan sosial memang mengemuka, hanya saja kiprahnya sebagai lembaga ekonomi tidak berjalan optimal. Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, dimana kiprah koperasi sebagai lembaga ekonomi banyak yang menuai kesuksesan, namun cirinya sebagai gerakan sosial cenderung melemah.

Mengikuti tradisi ICA (International Cooperatives Alliance) yang merilis daftar Global 300, yang berisi daftar koperasi-koperasi paling sukses dari seluruh dunia, pada Juni 2011 lalu, Majalah PIP (Pusat Informasi Perkoperasian) mengawali merilis daftar 100 Koperasi Sukses Indonesia. Dari daftar itu kita bisa menyimak ternyata banyak sekali koperasi yang bisa menuai sukses.

Namun, berhadapan dengan daftar yang sama, kita juga akan dihinggapi oleh pertanyaan: apakah koperasi yang sukses itu masih memiliki apa yang disebut sebagai “jati diri” koperasi?! Lalu, apakah koperasi harus meninggalkan jati dirinya agar bisa meraup sukses, ataukah sebaliknya?!

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan dibedah dalam forum Seminar Bulanan UP45 Edisi Januari 2012 yang mengambil tajuk “Koperasi Sukses Indonesia: Tantangan dan Dilema”. Selain itu, seminar ini juga akan mencoba menguraikan soal posisi gagasan koperasi dalam kaitannya dengan arsitektur perekonomian Indonesia. Jika mengacu kepada gagasan Bung Hatta, koperasi di satu sisi dikehendaki bisa menjadi unit ekonomi mikro (dalam arti sebagai sebuah lembaga ekonomi), dan di sisi lain juga dikehendaki bisa menjadi gagasan mengenai sistem ekonomi. Apakah gagasan itu bersifat realis ataukah utopis?! Masihkah gagasan itu relevan pada hari ini?! Atau, apakah kita membutuhkan sebuah pemikiran baru mengenai fungsi dan posisi koperasi.

No comments:

Post a Comment